Waspada 10 Malware Berbahaya di PC dan Android

Pengantar

Berdasarkan catatan CisSecurity, aktivitas malware terus meningkat hingga 61% pada tahun 2019. Artinya bahwa serangan terhadap pengguna baik komputer, laptop, ponsel yang terhubung ke jaringan internet semakin tinggi.

Bentuk dari malware bisa berupa spyware, virus, adware, dan berbagai tipe software yang merusak lainnya. Serangan malware bisa melalui pishing, seperti misalnya meminta informasi pribadi melalui email, link tersembunyi, dan bermacam bentuk penipuan melalui internet lainnya.

Gambar ilustrasi malware. Sumber gambar: howtostartablogonline.netGambar ilustrasi malware. Sumber gambar: howtostartablogonline.net

Malware sendiri adalah sebuah singkatan dari malicious software yaitu sebuah software yang didesain untuk merusak dan menghancurkan sistem, yang pada awal kemunculannya hanya menyerang program komputer dengan cara menggandakan diri dan memalsukan informasi, dan kemudian menginfeksi seluruh jaringan, layaknya bakteri pada manusia.

Bagaimana perkembangan malware hingga saat ini? Tentu malware semakin canggih dan terkadang sulit terdeteksi. Berikut daftar malware terbaru yang harus diketahui para pengguna ponsel dan komputer, agar terhindar dari serangannya!

 

10 Malware Terbaru dan Berbahaya

  1. Emotet

    Adalah sebuah pencuri informasi perbankan dengan cara berkamuflase dalam wujud dokumen seperti pdf, doc, dan makro, serta email. Jadi ketika orang membuka kiriman dokumen melalui email atau tautan lainnya, Emotet akan masuk dan menyebar dengan cepat serta mengirim informasi kembali kepada pembuatnya.

  2. Dridex

    Ini adalah malspam yang mengirim kepada pengguna email secara acak dengan harapan bahwa orang yang menerima email tersebut akan membuka pesan yang berisi malware tersebut. Jutaan email dikirim setiap hari, dengan maksud untuk mencuri informasi para pengguna komputer maupun ponsel.

  3. IcedId

    Hampir sama dengan Emotet yang mentargetkan perbankan. IcedId menyusupkan virus trojan melalui dokumen perbankan untuk mencuri data-data pembayaran, pemegang kartu kredit, sistem penggajian dan sebagainya yang menyimpan seluruh informasi dan sistem keuangan.

  4. Mirai

    Mirai bekerja dengan cara menyerang sistem jaringan yang dikenal dengan serangan DDOS (A distributed denial-of-service), dengan target server maupun situs tertentu dalam skala yang besar. Misalnya saja serangan terhadap server KPU yang terjadi pada masa penghitungan suara lalu. Serangan DDOS akan membuat server down dan tak bisa diakses.

  5. NanoCore

    Merupakan bentuk malspam, dimana ia dapat berkamuflase untuk mengelabui pengguna melalui data-data dokumen semacam microsoft excel dengan ekstensi *.xls. NanoCore dapat mengunduh dan mengirim informasi kepada pembuatnya serta mengubah sistem registri pada komputer target, ketika pengguna membuka tautan atau dokumen *.xls tersebut.

  6. PushDo

    PushDo sudah sangat terkenal sejak kemunculannya pada tahun 2007, dan kini terus berkembang menyerang algoritma pembuatan domain, dengan cara mendistribusikan spambot melalui sistem komunikasi terenkripsi.

  7. Ghost

    Ghost menyerang dengan cara menanamkan malware dan menginfeksi perangkat target untuk dapat mengendalikannya secara jarak jauh dan tersembunyi. Ghost bisa masuk melalui kamuflase dan juga melalui tautan yang dikirim atau pada situs tertentu yang dikunjungi.

  8. Zeus

    Zeus juga sudah berkembang dari awal diciptakannya pada tahun 2011. Zeus juga dirancang untuk mencuri informasi perbankan dengan cara meniru situs-situs perbankan, sehingga ketika pengguna masuk ke situs tiruan tersebut dan pengguna memasukan detail login, maka pencuri dapat dengan mudah mengakses ke dalam website asli menggunakan akun tersebut.

  9. Kovter

    Kovter menyerang dengan cara menyusup melalui tautan download, berupa virus dan adware. Jadi, bagi kamu yang suka mendownload file tertentu di luar aplikasi Playstore harus waspada terhadap serangan Kovter ini.

  10. WannaCry

    WannaCry merupakan RansomWorm yang menyerang semua sistem windows pada perangkat komputer maupun laptop, dengan serangan cyber untuk menyusupkan virus dan mengendalikan perangkat target.

 

Kesimpulan

Mungkin anda pernah dengar kalimat “No System is Safe”, yang artinya tidak ada sistem yang aman, sehingga kita perlu perlindungan antivirus terbaik agar terhindar dari ancaman malware yang terus mengintai. Bagi anda pengguna Android, Anda bisa membaca lebih lanjut melalui tautan berikut 10 Antivirus Android Paling Ringan dan Efektif.

Artikel dikirimkan pada tanggal 17 Oktober 2019. Toro Donpre adalah seorang blogger dan gadget enthusiast yang mengelola blog Ponselku.id, untuk menyampaikan informasi tentang ponsel dan juga mengatasi masalah ponsel yang dihadapi para penggunanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *